Powered By Blogger

Iklankan Barangan Anda Disini.

Rabu, 9 Januari 2013

Siapa teman setia???






Ertinya:
Daripada Anas bin Malik r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada tiga macam yang akan menghantarkan jenazah ketika dibawa ke perkuburan, iaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Dua di antaranya akan kembali dan yang satu lagi akan tetap tinggal menyertainya. Keluarga dan harta akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap setia bersamanya.”
Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Keterangan:
Inilah kesudahan bagi persahabatan kita kepada tiga-tiga golongan ini. Isteri yang kita cintai dan anak-anak yang kita sayangi dan juga kaum kerabat, mereka hanya dapat menghantarkan kita sampai ke tanah perkuburan dan hanya dapat mengucapkan selamat tinggal kepada kita ketika melihat badan kita terbujur sejuk di liang kubur. Tiada seorang pun yang bersedia untuk menjadi teman kita di kesunyian kubur. Mereka akan pulang setelah menimbuni tanah ke atas liang kubur kita. Begitu pula harta yang kita kumpulkan dengan membanting tulang dan memeras keringat bahkan terkadang dengan mempertaruhkan nyawa, semuanya akan kita tinggalkan untuk ahli waris. Mereka yang akan mempusakai dan menikmatinya, sedangkan kita yang akan ditanya dari mana harta itu diperoleh dan ke mana kita membelanjakannya. Orang yang bijak ialah orang yang mempunyai rancangan bagi wawasan akhiratnya dan bersedia menghadapi kematian sebelum tiba saatnya. Tetapi orang yang terpedaya ialah orang yang banyak berangan-angan, mengejar dunia dan menimbun harta. Maka apabila tiba saat kematian barulah ia menyedari diri dan barulah berazam untuk berbuat kebajikan. Namun pada waktu itu sudah tidak berguna lagi penyesalan.
Oleh kerana itu, perbanyaklah berbuat kebajikan, tingkatkan ketaqwaan, buatlah bekalan akhirat sedaya upaya yang ada. Rajin bersedekah dan suka menderma untuk membuat bekalan bagi perjalanan negeri akhirat yang sangat jauh itu.

Selasa, 25 Disember 2012

Doa Yang Tidak Ditolak


Doa Yang Tidak Ditolak
Berdoa adalah suatu yang amat penting dalam kehidupan. Allah menyuruh kita berdoa seperti terdapat dalam al-Quran:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)
Ada beberapa situasi berdoa yang tidak ditolak oleh Allah dan ada doa yang dijanjikan akan dimakbulkan. Berikut ini ialah beberapa keadaan iaitu doa tidak ditolak:
Doa Tidak ditolak
Berdoalah ketika hujan kerana waktu itu doa mustajab: “Dua doa yang tidak pernah ditolak; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan”. (HR. Hakim/disahihkan oleh Adz-Dzahabi)
Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. telah bersabda, “Tiga orang yang tidak ditolak doa-doa mereka. Seorang yang berpuasa sehingga dia berbuka, seorang imam (pemerintah) yang adil dan doa daripada seorang yang dizalimi. Allah s.w.t. akan mengangkatnya ke atas awan dan terbuka pintu-pintu langit dan Allah s.w.t. akan berkata, “Demi kemuliaanKu, pasti Aku akan menolong kamu walaupun selepas beberapa ketika” (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizi. Menurut Tirmizi, bertaraf hassan. Menurut As-Suyuthi, bertaraf hassan. Menurut Al-Albani bertaraf daif)
Sabda Rasulullah; “Sesungguhnya bagi orang berpuasa – ketika berbukanya – doa yang tidak akan ditolak.” [Riwayat Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Amru bin al-'As]
Berikut ini ialah doa-doa yang dijanjikan makbul:
Doa Yang Dimakbulkan
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu‘anhu, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya:
“Tuhan kami Tabaraka wa Ta‘ala turun tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal satu pertiga akhir waktu malam berfirman: “Barangsiapa yang berdoa kepadaKu maka Aku akan mengabulkannya baginya, barangsiapa meminta kepadaKu maka Aku akan memberinya, barangsiapa memohon keampunanKu maka Aku mengampuninya.” (Hadis riwayat Bukhari)
Diriwayatkan daripada Abu Umamah Radhiallahu ‘anhu berkata, telah ditanya Rasulullah s.a.w.  yang maksudnya: “Doa apakah yang lebih didengar (dikabulkan)?” Nabi bersabda: “(Doa tatkala) satu pertiga terakhir malam dan sesudah solat fardu.”(Hadis riwayat Tirmidzi)
Malam Lailatulqadar. Firman Allah di dalam surah Al-Qadr ayat 3-5 yang tafsirnya :
“Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikut). Sejahteralah malam (yang berkat itu) hingga terbit fajar.”
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda. Artinya: “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Sahih Muslim, kitab Solat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]
Dan Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah waktu ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan solat pada sepertiga malam yang akhir. Kerana itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan di-sahihkan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani).
Dipetik dari : http://rahsiarezeki.wordpress.com/tag/doa/

Rabu, 14 November 2012

Salam 1434 Hijrah ~*~Hamba-hamba Melahirkan Tuannya antara tanda-tanda Kiamat~*~

     Assalamualaikum dan salam sejahtera kpd semua rakan-rakan pelawat blog saya.Selawat dan salam ke atas junjungan mulia Nabi Muhammad saw,kerabat baginda,sahabat-sahabat,para tabie dan pejuang-pejuang yang syahid di kala berjuang ingin menegakkan agama Allah swt.Bersempena awal Muharam 1434 Hijrah,saya kongsikan satu risalah berkaitan dengan tanda-tanda kiamat,kerana lebih 1433Hijrah yang lalu,Allah swt telah mengutuskan seorang Rasul akhir zaman,Ini bermakna,Bumi kita telahpun di peringkat akhir,Semakin lama temoh kewafatan Rasulullah saw,semakin dekat kita dengan Kiamat.Banyak yang telah kita dengari tanda-tanda akhir zaman yang telahpun berlaku.Dikesempatan ini saya kongsikan salah satu dari tanda-tanda tersebut.
    Dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah saw pada suatu hari sedang ada di kalangan orang banyak,lalu didatangi oleh Jibril,lalu berkata,”Ya Rasulullah!Bilakah tibanya hari kia mat?”Beliau menjawab,”Tidaklah yang ditanya lebih meng erti daripada yang bertanya.”
Tetapi saya hendak memberi tahukan padamu tentang alamat-alamatnya yaitu apa bila hamba sahaya wanita melahirkan tuannya,orang-orang tak beralas kaki,serta telanjang dan pengembala kambing telah menjadi pemimpin umat.Demikian pula apabila para pengembala kambing sudah bermegah-megahan dalam gedung-gedung yang menjulang tinggi,termasuk dari tan da-tandanya.”
Ibn Abbas meriwayatkan jawaban Rasulullah saw terha dap pertanyaan tersebut,“Jika kau melihat hamba sahaya melahirkan tuannya,kau lihat penggembala kambing berm megah-megah membangun gedung yang tinggi,dan kau li hat orang-orang yang tak beralas kaki yang lapar lagi mis kin menjadi pemimpin manusia,maka itulah tanda-tanda kiamat”.Ibn Abbas bertanya : “Ya Rasulullah,siapa peng embala kambing dan orang-orang yang tak beralas kaki, lapar dan miskin itu?” Jawab beliau,“Orang Arab”.( Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya I,hal.318-319. Syekh Nashir berkata setelah menyebut sanadnya,“Sanadnya laba’ sa bihi (harfiah: tidak apa-apa,tidak bermasalah)”.Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah,III,hal.332,no.1345.)
 Ibn Rajab mengomentari hadits di atas sebagai berikut : “Inti tanda-tanda kiamat yang disebut dalam hadits itu ada lah bahwa urusan diserahkan kepada yang bukan ahli nya sebagaimana sabda Nabi saw terhadap orang yang menanyanya tentang kiamat,‘Jika urusan diserahkan ke pada yang bukan ahlinya,tunggulah kehancurannya’.Jika orang-orang yang tak beralas kaki,telanjang serta peng gembala kambing,yang merupakan orang-orang bodoh, menjadi pemimpin manusia dan orang-orang kaya,sehing ga mereka bermegah-megahan dengan gedung-gedung yang tinggi,maka sistem agama dan dunia akan rusak”.( Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam,hal.39.)
Semua ini disebabkan kecintaan akan dunia danber lom ba-lomba mengejar kenikmatan duniawi sehingga orang-orangpun saling berbangga diri dengan meninggikan ba ngunan mereka dan menghiasinya,padahal dunia tidak                  akan abadi (fana).
Rasulullah SWT berkata kepada Jibril as.tentang tanda-tanda datangnya Hari Kiamat sebagai berikut :“Saya akan memberitahukan kepadamu tentang tanda-tanda nya,an tara lain : Apabila budak perempuan telah melahir kantu annya.”( HR.Al-Bukhari,1/114,dan Muslim,1/158.Kitab Al-Iman.)
Dalam riwayat Muslim disebutkan : “Jika terdapat budak perempuan yang melahirkan tuannya.”( HR.Muslim,1/163.Kitab Al-Iman.)
Maksud dari “hamba sahaya melahirkan tuannya”,menu rut para ulama,adalah pemberitahuan akan banyaknya hamba sahaya dan anak-anaknya,sebab anak hamba sa haya dari tuannya berarti sederajat dengan tuannya,kare na harta seseorang jatuh keanaknya.Bisa jadi,si anak menggunakan harta itu seperti seorang pemilik dengan iz in secara jelas dari ayahnya,atau secara tersamar,atau berdasarkan adat kebiasaan.Pendapat lain menyatakan, maksudnya adalah bahwa para hamba sahaya melahir kan raja-raja.Jadi ibunya menjadi pengasuh nya,dan si anak ja di tuan ibunya dan tuan selain ibunya. (Syarah An-Nawawi ‘Ala Muslim I,hal.158.)
Para ulama berbeda pendapat mengenai makna dari tan da-tanda hari Kiamat tersebut.Secara ringkas,maksudnya adalah banyak anak yang durhaka.Seorang anak berinte raksi dengan ibunya seperti interaksinya seorang tuan ke pada budak perempuannya yang diwarnai dengan kekera san dan pukulan,atau para tuan menjual ibu dari anak-anak (budak perempuan) mereka sehingga bisa jadi akan berakibat seorang anak membeli ibunya sendiri sedang kan si anak tidak mengenal ibu tersebut.
Semua ini telah terjadi.Telah banyak hamba sahaya men jadi orang merdeka dengan kepemilikan sumpah (mil kul yamin).Secara syariat diketahui bahwa anak-anak yang lahir dari hamba sahaya menjadi seorang merdeka. De ngan demikian,hamba sahaya melahirkan tuannya,dan se bagian mereka ada yang menjadi raja.


Sumber dari : http://katir-paimo.blogspot.com/2012/09/tanda-tanda-kiamat-5-hamba-sahaya.html

Sabtu, 15 September 2012

.S.A.H.A.B.A.T.

Sahabat yang beriman.
Ibarat mentari yang menyinar.....
Sahabat yang setia.
Bagai pewangi yang mengharumkan.....
Sahabat yang sejati.
Menjadi pendorong impian.....
Sahabat berhati mulia.
Membawa kita ke jalan ALLAH.............

Khamis, 13 September 2012

Warna-warNi meRdekaraYa Radicare (M) sdn bhd Cawangan HSNZ

 Cendol Special....
 Barisan MBO menunggu ketibaan Pn COO
 Pn COO
 Disinilah tempatnye...
 Pn Umira ,Cik Liyana & Pn Masreza
 Tn Hj Azman RGM mengiringi Pn COO utk acara potong kek
 En Hidaya menyampaikan duit raya kpd anak-anak yatim

 Orang kuat Radicare
 Bersama En Ahmad Faizal
 Bersama Ahmad Fuad
Bersama Ahli Kumpulan Nasyid SeedRain.












Saya Hadiahkan Bingkisan ini sebagai tanda kenangan...KLIK sini untuk menontok video menarik ini.

Selasa, 7 Ogos 2012

MATI itu PASTI




"Sesungguhnya dlm kehidupan ini ada manusia yang mati sebelum datang ajalnya, kerana masa yang ada dalam kehidupannya itu sama sekali tidak memberikan manfaat dan faedah samada bagi dirinya ataupun orang lain, sementara itu ada manusia-manusia yang terus hidup meskipun ajalnya telah sampai menjemput, kerana masa yang ada dalam hidupnya berjaya digunakan untuk melakukan perkara-perkara yang berfaedah sama ada untuk dirinya atau masyarakat ramai berupa warisan ilmu pengetahuan, anak-anak soleh atau para murid yang bertaburan di pelbagai tempat untuk melanjutkan misi perjuangan atas dunia ini. Perjuangan yang berlanjutan itu menjadikan seolah-olah ia masih hidup dan bergerak dibuka bumi, meskipun jasadnya sudah lama dikandung tanah”

[Dr. Yusuf Qardawi

Sabtu, 21 Julai 2012

Ramadhan Tetamu Yang Aku RINDUI 1433/2012

Saya hanya mampu Copy & Paste je artikel kali ini memandangkan terlalu sibuk dengan urusan-urusan rasmi.

DENGAN nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, penghulu segala Nabi dan Rasul. Selawat dan salam juga ke atas keluarga baginda dan seluruh sahabatnya. Firman Allah yang bermaksud: “Wahai orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas mereka yang terdahulu daripada kamu supaya kamu bertaqwa kepada Allah.” alBaqarah: 183 Ayat ini menjelaskan bahawa matlamat terpenting dari ibadah puasa bukan sahaja semata-mata ibadat, tetapi termasuk jugalah mentarbiyahkan diri seseorang yang beriman supaya menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Taqwa merupakan penentuan kedudukan martabat manusia di sisi Allah SWT, kerana Allah SWT tidak menentukan kedudukan manusia berdasarkan kepada keturunan, bangsa, warna kulit, pangkat dan harta benda tetapi ditentukan dengan sifat taqwa yang ada pada diri masing-masing.

Walaupun kita seorang kaya ataupun kita miskin, sama ada kita orang berkuasa atau tidak berkuasa, ia bukan ukuran kedudukan kita di sisi Allah SWT. Ini jelas berdasarkan firman Allah SWT di dalam al-Quran, yang bermaksud: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di kalangan kamu di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa.” Ibadah puasa melahir dan mentarbiyah seseorang yang beriman supaya menjadi orang yang bertaqwa kepadaNya, kerana di bulan Ramadan amalan meninggalkan perkara-perkara yang membatalkan puasa dan membatalkan pahala puasa adalah secara praktikal, melatih seseorang itu bertaqwa kepada Allah dengan mengikut segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. Dari segi amalan yang zahir, seseorang yang berpuasa diwajibkan meninggalkan makan minum, pergaulan dengan isteri, meninggalkan apa yang dihalalkan pada masa yang lain, dan menjadi sebahagian naluri
manusia yang bertaqwa. Tetapi perkara yang menjadi perintah supaya meninggalkannya di waktu siang hari di bulan Ramadan.

Apabila seseorang manusia itu sanggup meninggalkan perkara yang
dihalalkan oleh Allah di masa yang lain semata-mata kerana taat kepada Allah, dengan mengerjakan ibadah puasa dan meninggalkan perkara-perkara
yang membatalkan, dengan sendirinya melatih dirinya menjadi orang yang
taat dengan sifat taqwa kepada Allah Taala.

Sesungguhnya dari segi rohani dan hak orang yang berpuasa mestilah dengan niat yang ikhlas kerana Allah SWT. Keikhlasan melalui ibadah puasa lebih terserlah dari ibadah-ibadah yang lain kerana ibadat puasa wajib disembunyikan dan tidak dinyatakan. Ibadat yang lain lebih bersifat dinyatakan.

Orang nampak kita bersembahyang, tetapi orang tidak nampak kita berpuasa, semasa kita tidak makan, tetapi seorang yang berpuasa sanggup
meninggalkan perkara yang membatalkan puasa sama ada dilihat oleh orang
atau tidak. Di sini menyerlahkan keikhlasan, beribadat kepada Allah yang
melahirkan sifat taqwa, yang tersirat di dalam hati, bukan dari amalanamalan
yang zahir.

Di antara adab puasa juga ialah meninggalkan perkara-perkara yang boleh membatalkan pahala walaupun tidak membatalkan puasa, melihat yang
haram, bercakap yang haram dan sebagainya yang merupakan tegahantegahan yang baik yang berkait dengan akhlak yang buruk yang tersirat di dalam hati. Dengan melaksanakan kewajipan ini juga, melahirkan sifat taqwa kepada Allah.
Seterusnya di bulan Ramadan, kita dihidangkan dengan amalan ibadat sunat yang banyak seperti membaca Quran, sembahyang Tarawih, menjamu berbuka puasa, bersedekah makanan kepada orang yang berbuka puasa. Amalan-amalan ini juga adalah amalan-amalan yang membentuk peribadi samada yang menghubungkan kita dengan Allah atau hubungan kita dengan sesama manusia, keluarga dan jiran.
Menunjukkan bahawa di bulan mulia ini kita menjadi tetamu Allah SWT dihidangkan dengan makanan-makanan, bukan sahaja makanan zahir yang
menyihatkan badan untuk menguatkan diri melaksanakan perintah Allah, dalam masa yang sama makanan-makanan rohani yang membersihkan jiwa
dan mengikhlaskan hati sehingga membentuk menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. Di sinilah terserlah kenyataan Allah, di hujung ayat yang menyatakan wajib berpuasa, supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah.



Dipetik dari : https://www.facebook.com/abdulhadiawang

Sebelum saya mengundur diri,saya tinggalkan satu bingkisan yan tidak seberapa ini.....


Share button

Share |

Pengikut